Manis,masam,masin,tawar,lemak,pedas,pedaq,kelat,payau dan pahit semuanya adalah rasa...di keronkongan sahaja. Sedap itu rasanya di jiwa... Lain jiwa lain rasanya.
Monday, 19 July 2010
Tuesday, 29 June 2010
Whadaniyah Allah SWT pada perbuatan !!!!!
Segala puji hanya bagi Allah s.w.t., Tuhan empunya sekalian Alam, Tiada Ia berhajat kepada selain-Nya, malah selain-Nya lah yang berhajat kepada-Nya. Selawat dan salam semoga dilimpahkan Allah s.w.t. ke atas junjungan kita Sayyidina Nabi Muhammad s.a.w. (Ya Allah tempatkan baginda di tempat yang terpuji sepertimana yang Kau janjikan Amin) Beserta Ahlulbayt dan Para Sahabat R.anhum yang mulia lagi mengerah keringat menyebarkan Islam yang tercinta. Dan kepada mereka yang mengikut mereka itu dari semasa ke semasa hingga ke hari kiamat...Ya Allah Ampuni kami, Rahmati Kami, Kasihani Kami ...Amin
Amma Ba'du,
Maka fakir suka untuk berkongsi dengan saudara yang tercinta akan Kitab Tijanud Darari Ala Risalah Al-Baijuri , fakir sangat mengesyorkan kepada saudara-saudara untuk memiliki kitab ini, matannya dikarang oleh Syaikhul Azhar Ibrahim bin Muhammad Al-Baijuri r.anhu, dan syarahnya dikarang oleh Al-Imam Muhammad Ibnu Umar Nawawi Al-Banteni r.anhu.
Pada m/s 18, cetakan Pustaka Mampir, Lughatul Indonesiah, :
Adapun Dalil tentang Esanya perbuatan Allah, dalam arti tidak adanya Kam Munfhasil pada perbuatan-Nya tersebut, yaitu terjadi bagi selain Allah SWT kekuatan memberi bekas di dalam salah satu perbuatannya dengan kemampuannya sendiri. (maknanya Mustahil ada selain Allah SWT yang memberi bekas...pent.)
Maka , seandainya engkau memperkirakan bahawa sesuatu dapat memberikan bekas dengan tabiatnya sendiri, maka pasti bahwa atsar(benda yang memberi bekas itu..pent) itu tidak butuh (perlu...pent.)
kepada Tuhan kita Yang Maha Agung, Yang Maha Perkasa. bagaimana mungkin sedangkan Dia (Allah SWT....pent.) adalah Zat yang dibutuhkan oleh setiap sesuatu selain Dia.
Dan apabila engkau perkirakan sesuatu itu dapat memberikan bekas dengan kekuatan yang Allah ciptakan padanya, sebagaimana yang DISANGKAKAN OLEH SEBAHAGIAN BESAR KALANGAN AWAM ORANG-ORANG BERIMAN. Mereka meyakini bahwa sebab-sebab yang biasa terjadi dapat memberi bekas DENGAN KEKUATAN YANG ALLAH CIPTAKAN PADA SEBAB-SEBAB TERSEBUT.
Seandainya Allah mengangkat kekuatan itu darinya, maka dia tidak dapat memberi bekas .
Contohnya : seperti persangkaan
mereka bahawa makanan dapat memberi bekas dalam mewujudkan rasa kenyang, dan bahwa minuman dapat memberikan bekas dalam mewujudkan hilangnya dahaga, dan bahwa api itu dapat memberikan bekas dengan mewujudkan pembakaran, dan bahwa pisau dapat memberikan bekas dalam mewujudkan pemotongan, DENGAN SATU KEKUATAN YANG ALLAH CIPTAKAN PADA HAL TERSEBUT.
MAKA KEYAKINAN SEPERTI ITU BATAL (tidak benar) juga, kerana menunjukkan Tuhan kita Yang Maha Agung dan Maha Perkasa butuh (perlu...pent.) kepada perantara. Padahal sesungguhnya Zat Allah Ta'ala mempunyai sifat Maha Kaya yang mutlak pada segala sesuatau selain Dia.
Dan orang yang mempunyai keyakinan seperti itu (yakni keyakinan tentang benda memberi bekas dengan kekuatan yang Allah cipatakan padanya...pent..) tidak menjadi kafir, tetapi menjadi orang yang fasik.
Dan mirip dengan keyakinan ini adalah i'tikadnya orang-orang Muktazilah : "Bahawa seorang hamab dapat menciptakan perbuatannya sendiri yang ikhtiariyah dengan kekuatan yang Allah ciptakan pada dirinya", kerana itu orang-orang Muktazilah adalah orang yang fasiq (bagi fahaman tentang perkara ini..penting.).
Bersambung ....
Wallahu Yahdi ila sawaissabil...
Selawat dan salam sebanyaknya semoga dilimpahkan Allah s.w.t. ke atas junjungan besar kita Sayyidina Nabi Muhammad s.a.w. , (Ya Allah Tempatkanlah Junjungan kami di tempat yang terpuji sepertimana yang Kau janjikan..Amin) Beserta para sahabat dan Ahlulbayt r.anhum yang sangat kasih mereka itu kepada umat ini. Segala puji hanya bagi Allah s.w.t., Tiada Daya Upaya melainkan Allah s.w.t., Dan Allah jua yang memberi petunjuk dan Allah s.w.t. Maha Mengetahui..
Jazakallah Khairan Kathira...(^_^)
Al-Faqir wal Haqir Ilallah,
Salim Azham (MSA)
Amma Ba'du,
Maka fakir suka untuk berkongsi dengan saudara yang tercinta akan Kitab Tijanud Darari Ala Risalah Al-Baijuri , fakir sangat mengesyorkan kepada saudara-saudara untuk memiliki kitab ini, matannya dikarang oleh Syaikhul Azhar Ibrahim bin Muhammad Al-Baijuri r.anhu, dan syarahnya dikarang oleh Al-Imam Muhammad Ibnu Umar Nawawi Al-Banteni r.anhu.
Pada m/s 18, cetakan Pustaka Mampir, Lughatul Indonesiah, :
Adapun Dalil tentang Esanya perbuatan Allah, dalam arti tidak adanya Kam Munfhasil pada perbuatan-Nya tersebut, yaitu terjadi bagi selain Allah SWT kekuatan memberi bekas di dalam salah satu perbuatannya dengan kemampuannya sendiri. (maknanya Mustahil ada selain Allah SWT yang memberi bekas...pent.)
Maka , seandainya engkau memperkirakan bahawa sesuatu dapat memberikan bekas dengan tabiatnya sendiri, maka pasti bahwa atsar(benda yang memberi bekas itu..pent) itu tidak butuh (perlu...pent.)
kepada Tuhan kita Yang Maha Agung, Yang Maha Perkasa. bagaimana mungkin sedangkan Dia (Allah SWT....pent.) adalah Zat yang dibutuhkan oleh setiap sesuatu selain Dia.
Dan apabila engkau perkirakan sesuatu itu dapat memberikan bekas dengan kekuatan yang Allah ciptakan padanya, sebagaimana yang DISANGKAKAN OLEH SEBAHAGIAN BESAR KALANGAN AWAM ORANG-ORANG BERIMAN. Mereka meyakini bahwa sebab-sebab yang biasa terjadi dapat memberi bekas DENGAN KEKUATAN YANG ALLAH CIPTAKAN PADA SEBAB-SEBAB TERSEBUT.
Seandainya Allah mengangkat kekuatan itu darinya, maka dia tidak dapat memberi bekas .
Contohnya : seperti persangkaan
mereka bahawa makanan dapat memberi bekas dalam mewujudkan rasa kenyang, dan bahwa minuman dapat memberikan bekas dalam mewujudkan hilangnya dahaga, dan bahwa api itu dapat memberikan bekas dengan mewujudkan pembakaran, dan bahwa pisau dapat memberikan bekas dalam mewujudkan pemotongan, DENGAN SATU KEKUATAN YANG ALLAH CIPTAKAN PADA HAL TERSEBUT.
MAKA KEYAKINAN SEPERTI ITU BATAL (tidak benar) juga, kerana menunjukkan Tuhan kita Yang Maha Agung dan Maha Perkasa butuh (perlu...pent.) kepada perantara. Padahal sesungguhnya Zat Allah Ta'ala mempunyai sifat Maha Kaya yang mutlak pada segala sesuatau selain Dia.
Dan orang yang mempunyai keyakinan seperti itu (yakni keyakinan tentang benda memberi bekas dengan kekuatan yang Allah cipatakan padanya...pent..) tidak menjadi kafir, tetapi menjadi orang yang fasik.
Dan mirip dengan keyakinan ini adalah i'tikadnya orang-orang Muktazilah : "Bahawa seorang hamab dapat menciptakan perbuatannya sendiri yang ikhtiariyah dengan kekuatan yang Allah ciptakan pada dirinya", kerana itu orang-orang Muktazilah adalah orang yang fasiq (bagi fahaman tentang perkara ini..penting.).
Bersambung ....
Wallahu Yahdi ila sawaissabil...
Selawat dan salam sebanyaknya semoga dilimpahkan Allah s.w.t. ke atas junjungan besar kita Sayyidina Nabi Muhammad s.a.w. , (Ya Allah Tempatkanlah Junjungan kami di tempat yang terpuji sepertimana yang Kau janjikan..Amin) Beserta para sahabat dan Ahlulbayt r.anhum yang sangat kasih mereka itu kepada umat ini. Segala puji hanya bagi Allah s.w.t., Tiada Daya Upaya melainkan Allah s.w.t., Dan Allah jua yang memberi petunjuk dan Allah s.w.t. Maha Mengetahui..
Jazakallah Khairan Kathira...(^_^)
Al-Faqir wal Haqir Ilallah,
Salim Azham (MSA)
Wednesday, 16 June 2010
"Ada dua hal yang dibenci oleh anak cucu Adam. Pertama: Kematian. Kedua: Sedikit harta." Sabda Nabi saw.
Ini adalah kenyataan...belajar pandai moga besar beroleh kerja hebat dan gaji banyak. Berniaga besar untk keuntungan berlipat ganda. Jadi ramailah umat Islam suka mengumpul harta meredak, mencari untung sana dan sini, mencari kemewahan hidup dan lupakan diri diciptakan.
Semua mengaku Islam, ibadat ikut semua tapi lupa spt hadis di atas. Kita takut mati dan takut akan sedikt harta. Perkara ini spt dah tertanam dlm sanubari kita..sehinggalah sampai masa yg ditentukan (mati) maka adakah dua perkara itu dapat membantu lagi di akhirat sana?
Sebenarnya kematian itu lebih baik kerana ia dapat mengelakkan fitnah. Di dunia pelbagai fitnah dihadapi sedangkan kematian menghadapi satu perkara saja.
"Sedikit harta akan lebih ringan lagi hisabnya di kemudian hari kelak". Lupakah kita akan hadis ini...?.HR Imam Ahmad.
"Hai Abu Dzar! Dunia ini adalah penjara bagi org mukmin. Kubur itu tempat yg aman baginya, dan syurga adalah tempat kembalinya". HR Abu Nu'aim.
"Hai Abu Dzar! Dunia ini adalah syurga bagi org kafir. Kubur itu tempat seksaan baginya, dan neraka adalah tempat kembalinya". HR Abu Nu'aim.
Dan ingatlah alim ulama pernah berkata...Tiada satu hal ghaib pun yg lebih baik utk ditunggu oleh seseorang mukmin selain dari kematian. wallahu 'alam.
Wednesday, 9 June 2010
Pemimpin punyai tugas berat di akhirat sana...
KULIAH JUMAAT minggu ini puas hati ...Sedap betul syarahan Tn Guru minggu ini ...dari atas sampai bawah semua kena !!!
Semua kena nasihat ...
Inilah ulama yang umat perlu dimiliki , berani lantang , tegas , terbuka dan adil ...DALAM KULIAH MINGGU INI
Tn Guru menasihati semua dari pucuk kepimpinan hingga orang bawahan .
Tn Guru membaca tafsir , maka terus tn guru menasihati..............................
"Tuan2! Kita jangan melampau, kita kena sedar kita hamba Allah, Kita ada tuan, kenai sama ALLAH . "
''Ada ilmu kena amal jangan mengaji tak amal , Tuhan laknat , orang macam ni masuk neraka 1000 tahun lebih awal dari kafir sembah berhala " ...ni nasihat pada pelajar agama ...
"Mereka yang jahil kena belajar agama, kena belajar tauhid, kena kenai ALLAH. Kalau tak kenal ALLAH ibadah tak sah, bukan saya kata ulama kata " ...ini nasihat pada orang jahil ..."bukan saya untung, saya cerita ja, kalau tuan2 puan2 mengaji tuan2 yang untung bukan saya'"
"Wajib pemerintah yang ajar agama kepada rakyat...ni kitab kata saya hanya baca ja , jangan marah.nSULTAN WAJIB menyampaikan ilmu, Sultan tak mampu maka SULTAN LANTIK MAJLIS AGAMA, MUFTI... maka ini sangat luas, tidak mampu semua maka dilantik QADI2 / PEGAWAI AGAMA DAERAH2, IMAM2 maka semua tak buat kerja , ini sebab agama rosak kerana pemimpin agama rosak, pemimpin agama tak laksana tanggungjawab. GURU2 kampung dan TOK2 GURU yang ambil alih tugas mereka ..."
"Majlis agama jangan belagak , jangan sekat orang mengajar. Mana qadi turun padang ajar agama , hanya duduk dalam pejabat ja. Ini tugas mereka ! Mereka akan disoal ..."
"KERAJAAN buat apa, kerajaan kita fasiq, tidak laksana ISLAM, biar rakyat jahil agama dan buat maksiat, anak2 kita habis rosak, jadi mat rempit, bunuh sana sini, rogol sana sini. Kerajan sekarang ini jahat, rasuah, fasiq..."
"WAHABI cara wahabi , kerajaan tak ambil tindakkan. Rosak habis anak kita dalam 10 tahun lagi, andai tidak ambil tindakkan pada pendakwah2 wahabi ni , habis anak2 kita jadi wahabi. Tangkap Asri , Rasul Dahri , pendakwah2 wahabi yang dok kembang wahabi ni, jangan biar mereka "
"UMNO cara UMNO sesat!!! , tolak QURAN, jahil bila TOK GURU mengajar kata masuk politik . Memang politik itu bersangkut dengan hukum agama ! Bodo UMNO. Kalau perasingkan politik dengan agama mengucap lain, ini sesat !"
"USTAZ2 jangan malas mengajar, sampaikan dakwah tetapi dah jadi ustaz jangan belagak (sombong) tak mahu mengaji dah ... jangan dapat tauliah jadi belagak macam ikan pucu kembang sirip ..."
"TOK IMAM jaga kalau kamu tak lepas fardhu ain, tak belajar tauhid maka berdosa, Tok2 Imam bahaya ! Jangan nak jadi imam ja , kena belajar hukum ! Kena jaga anak kariah. Kena ajar fardhu ain pada mereka. Jangan nak elaun ja .SAPA2 BELAJAR AGAMA KERANA NIAT NAK DAPAT DUNIA JANGAN NAK MASUK SYURGA, BAU PUN TAK BOLEH"
Tugas imam berat , kalau tak sah aqad nikah maka imam kena tanggung dosa zina orang yang dinikah ...
"SAYA HANYA NASIHAT, NAK DENGAR TAK DENGAR ITU PUNYA PASAL (TERPULANG)"
"SAYA BACA HUKUM JA , KITAB ULAMA BUAT , JANGAN MARAH , AGAMA ITU NASIHAT"
Tn Guru menasihati semua dari pucuk kepimpinan hingga orang bawahan .
Tn Guru membaca tafsir , maka terus tn guru menasihati..............................
"Tuan2! Kita jangan melampau, kita kena sedar kita hamba Allah, Kita ada tuan, kenai sama ALLAH . "
''Ada ilmu kena amal jangan mengaji tak amal , Tuhan laknat , orang macam ni masuk neraka 1000 tahun lebih awal dari kafir sembah berhala " ...ni nasihat pada pelajar agama ...
"Mereka yang jahil kena belajar agama, kena belajar tauhid, kena kenai ALLAH. Kalau tak kenal ALLAH ibadah tak sah, bukan saya kata ulama kata " ...ini nasihat pada orang jahil ..."bukan saya untung, saya cerita ja, kalau tuan2 puan2 mengaji tuan2 yang untung bukan saya'"
"Wajib pemerintah yang ajar agama kepada rakyat...ni kitab kata saya hanya baca ja , jangan marah.nSULTAN WAJIB menyampaikan ilmu, Sultan tak mampu maka SULTAN LANTIK MAJLIS AGAMA, MUFTI... maka ini sangat luas, tidak mampu semua maka dilantik QADI2 / PEGAWAI AGAMA DAERAH2, IMAM2 maka semua tak buat kerja , ini sebab agama rosak kerana pemimpin agama rosak, pemimpin agama tak laksana tanggungjawab. GURU2 kampung dan TOK2 GURU yang ambil alih tugas mereka ..."
"Majlis agama jangan belagak , jangan sekat orang mengajar. Mana qadi turun padang ajar agama , hanya duduk dalam pejabat ja. Ini tugas mereka ! Mereka akan disoal ..."
"KERAJAAN buat apa, kerajaan kita fasiq, tidak laksana ISLAM, biar rakyat jahil agama dan buat maksiat, anak2 kita habis rosak, jadi mat rempit, bunuh sana sini, rogol sana sini. Kerajan sekarang ini jahat, rasuah, fasiq..."
"WAHABI cara wahabi , kerajaan tak ambil tindakkan. Rosak habis anak kita dalam 10 tahun lagi, andai tidak ambil tindakkan pada pendakwah2 wahabi ni , habis anak2 kita jadi wahabi. Tangkap Asri , Rasul Dahri , pendakwah2 wahabi yang dok kembang wahabi ni, jangan biar mereka "
"UMNO cara UMNO sesat!!! , tolak QURAN, jahil bila TOK GURU mengajar kata masuk politik . Memang politik itu bersangkut dengan hukum agama ! Bodo UMNO. Kalau perasingkan politik dengan agama mengucap lain, ini sesat !"
"USTAZ2 jangan malas mengajar, sampaikan dakwah tetapi dah jadi ustaz jangan belagak (sombong) tak mahu mengaji dah ... jangan dapat tauliah jadi belagak macam ikan pucu kembang sirip ..."
"TOK IMAM jaga kalau kamu tak lepas fardhu ain, tak belajar tauhid maka berdosa, Tok2 Imam bahaya ! Jangan nak jadi imam ja , kena belajar hukum ! Kena jaga anak kariah. Kena ajar fardhu ain pada mereka. Jangan nak elaun ja .SAPA2 BELAJAR AGAMA KERANA NIAT NAK DAPAT DUNIA JANGAN NAK MASUK SYURGA, BAU PUN TAK BOLEH"
Tugas imam berat , kalau tak sah aqad nikah maka imam kena tanggung dosa zina orang yang dinikah ...
"SAYA HANYA NASIHAT, NAK DENGAR TAK DENGAR ITU PUNYA PASAL (TERPULANG)"
"SAYA BACA HUKUM JA , KITAB ULAMA BUAT , JANGAN MARAH , AGAMA ITU NASIHAT"
Aku kutip dari catatan Muhammad Fazilul Helmi Raidzan.
Wednesday, 2 June 2010
10 maksiat bathin

قدافلح من زكها
...Sesungguhnya telah dapat kemenangan orang yang menyucikan hati mereka itu daripada sifat kecelaan.
Imam Al-Ghazali menyebutkan tentang menjauhi maksiat bathin spt dlm kitabnya اربعين فى اصول الدين ada 10 perkara:
1-Gemar kpd. membanyakkan makan...bab makan org karang mencari yg sedap2, yg pelik2..kita pulun, hayun tak sanggah..hingga lalai pada ibadat dan membazir..lupa yg membazir itu perangainya syaitan. Dah sangkak dan kenyang hingga lupa beribadat..makan hingga x hiraukan halal haram kerana nakkan yg sedap..yg pelik..
2-Membanyakkan perkataan...lagi manyak cakap lagi manyak salah..banyal salah banyaklah silap..dan masuk benda2 tak betul..muhong dsbnya...
3-Marah. Apabila marah apa yg tak keluar...habih maki hamun, mencarut, merosakkan harta benda hatta mencedera hingga tahap membunoh dsbnya. Marah itu drp. syaitan!
4-Hasad dengki...mai perasaan bermusoh, berkelahi, nanya orang, kianat dsbnya. Hasad macam api yg memakan sekam atau tongkoi kayu...adoih..jahat sungguh!
5-Bersifat kikir..yakni kedekut pait..tak ada sikap menolong..kemut pada hartanya..x leh menumpang langsung
6-Hubbul Jah yakni kasih akan kemegahan. Buat apa2 untuk dipuji orang...Nak bermegah2 dgn orang. Jadi x ikhlas lah kerja buat tuh. Bila kemegahan dunia yg dicari jawabnya tiada apa habuan di akhirat nanti.
7-Hubbul Dunya yakni kasih akan keduniaan. Merebut cari kekayaan, nakkan kemewahan hidup dan bersuka2 dengan nikmat dunia. Selalunya orang macam ni lupa akan akhiratnya.
8-Membesar dan membanggakan diri. Dia sorang yg betul semua orang tak betul. Selalu mencari kesalahan orang. kalau bijak dian bangga dgn kebijaksanaanya..kalau alim, berbangga dgn kealimannya..kalau kaya, nak tunjuk akan kekayaannya..dsbnya. Yang ni ramai oo..
9-Merasa takjub akan dirinya..merasa hairan dgn kebolehannya. Jadi akan timbul perasaan tunjuk pandai kat org. Dia rasa hebat, orang lain kurang..nak semacam hat atas tadi gak.
10-Sifat Riak...yakni menuntut mertabat pada hati makhluk supaya boleh kemegahan padanya. Menunjuk2 pada orang.
Maka berkata Imam Al-Ghazali bahawa menjadi wajib setiap mukallaf yang akal baligh yang berkehendakkan kemenangan di akhirat menyucikan hatinya daripada 10 perkara di atas dan tidak sempurna iman selagi mempunyai sifat2 tercela seperti di atas.....Lihat hadith Nabi saw....الطهورشطرالايمان...
ميوجيكن هاتي درفد صيفة كجلان ايت ستغه درفد ايمان
7-Hubbul Dunya yakni kasih akan keduniaan. Merebut cari kekayaan, nakkan kemewahan hidup dan bersuka2 dengan nikmat dunia. Selalunya orang macam ni lupa akan akhiratnya.
8-Membesar dan membanggakan diri. Dia sorang yg betul semua orang tak betul. Selalu mencari kesalahan orang. kalau bijak dian bangga dgn kebijaksanaanya..kalau alim, berbangga dgn kealimannya..kalau kaya, nak tunjuk akan kekayaannya..dsbnya. Yang ni ramai oo..
9-Merasa takjub akan dirinya..merasa hairan dgn kebolehannya. Jadi akan timbul perasaan tunjuk pandai kat org. Dia rasa hebat, orang lain kurang..nak semacam hat atas tadi gak.
10-Sifat Riak...yakni menuntut mertabat pada hati makhluk supaya boleh kemegahan padanya. Menunjuk2 pada orang.
Maka berkata Imam Al-Ghazali bahawa menjadi wajib setiap mukallaf yang akal baligh yang berkehendakkan kemenangan di akhirat menyucikan hatinya daripada 10 perkara di atas dan tidak sempurna iman selagi mempunyai sifat2 tercela seperti di atas.....Lihat hadith Nabi saw....الطهورشطرالايمان...
ميوجيكن هاتي درفد صيفة كجلان ايت ستغه درفد ايمان
10 perkara dari maksiat bathin diatas aku kutip dari kitab karangan Syeikh Abdul Samad Falimbani dalam bab.........الباب الرابع في اجتنا ب المعاصي الباطنة...........دري كتاب هداية السالكين ...دان سبارغ كسلاهن دري فنمباهن ايت اداله ساله تفسير اكو سنديري
Allahu’alam.
Tuesday, 11 May 2010
Amal yang dikira bukan pangkat atau keturunan...
Imam Hasan Al-Basri telah berpesan melalui sekeping surat kepada Khalifah Umar Abdul Aziz: ‘Hati2lah terhadap dunia. Ia seperti ullar. Sentuhannya amat lembut tapi bisanya mematikan. Hindarlah dari pesonanya. Sebab sediit saja engkau terpikat, pasti engkau akan terjerat. Dan jika manusia terpesona lalu bersujud padanya, dunia akan menghempaskannya ke dalam dosa2”.
Keprihatinan tulus Imam Hasan Al-Basri kepada Khalifah Umar kerana kecintaannya kepada khalifah yang berjiwa budiman dan warak’. Ia khuatir kalau gemerlapnya kekuasaan yang dimiliki akan mencampakkan Khalifah Umar ke lembah yang penuh dosa seperti khalifah2 yang terdahulu.
Bukankah selepas Muawiyah merampas kekhalipahan dari Madinah ke Damaskus seolah sudah tergambar aspirasi batiniah mengental di bumi Nabi saw dikuburkan akan dirampas rakus oleh pandangan duniawi yang menyesatkan di kota bekas jajahan Bangsa Parsi itu?
Bahkan lebih amat sedih pewarisnya Yazid bin Muawiyah (680-683M) tidak saja berlaku zalim, malah berbangga membunuh cucu kesayangan Rasulullah saw, Saidina Husain Bin Ali bersama keluarganya dan pengikut2nya di peristiwa berdarah Padang Karbala! Sungguh Yazid bin Muawiyah hidup berkubang maksiat sehingga namanya terkenal sebagai pemabuk berat.
Sungguh tidak difahami kenapa kekuasaan dikaitkan dengan kemegahan dan kesewenang-wenangan?. Kenapa kedudukan harus digandingkan dengan penyelewengan? Garis panduan berpolitik telah lama diajari Rasulullah saw. Lupakah kita Perisytiharan Madinah…baginda mendaulatkan asas2 keadilan dan persamaan hak setiap warganegara…setiap umat manusia mempunyai hak asasi yang sama, tanpa membezakan warna kulit dan keturunan. Bermula Islam telahpun mengajak manusia agar berdamai. Perlanggaran perjanjian membolehkan peperangan! Islam sentiasa mengajarkan agar umatnya menyebarkan khabar gembira tentang syurga yang luas mata memandang, melebihi langit dan bumi segala isinya. Nabi Saw diturunkan sebagai Rahmatan Lil’alamiin. Adakah akhlak manusia terdahulu berbeza dengan akhlak umat terkini..?Jawabnya..samalah..yang membunuh tetap membunuh..bermaksiat tetap bermaksiat, berdengki-kianat, menzalimi, merompak, menyamun dan sebagainya adalah akhlak2 yang sama dilakukan. Dan sesungguhnya Rasulullah saw dipilih untuk memperbaiki akhlak manusia…kerana akhlaklah yang memasukkan diri samaada ke syurga atau neraka!
Enam bulan selepas kewafatan Nabi saw, maka wafat pula Saidatina Fatimah. Maka berdukacitalah Saidina Ali tapi mengingatkan dia akan cerita Rasulullah saw bahawa baginda dikunjungi Malaikat Jibrail dan berkata kepadanya:
”Hai Muhammad! Hiduplah sesukamu! Tapi ingat engkau pasti berpisah dengannya. Dan berbuatlah semahumu! Tapi ingat engkau akan dibalas atas perbuatan itu”.
Maka tenanglah fikirannya buat seketika. Saidina Ali pun sedar bahawa kematian dan perpisahan adalah hukum Tuhan. Namun dia tetap merusuhkan jiwanya, ..dapatkah berjumpa lagi dengan isteri tercintanya? Teringat lagi akan kata2 Rasulullah: “Besok, pada hari Kiamat, setiap mukmin akan dikumpulkan bersama orang yang dicintainya di dunia”.
Maka dengan hati yang lega Saidina Ali menghantar jenazah Fatimah ke perkuburan berserta sahabat2 yang besar dan kaum muslimin yang lain. Salah seorang yang sangat akrab dengan keluarga Rasulullah adalah Abu Dzar Al-Ghifari. Menjelang jenazah puteri kesayangan Rasulullah dimasukkan ke liang lahad, maka berpesan Abu Dzar pada bumi yang akan dihuninya:” Hai kuburan! Tahukah kamu siapa yang kuhantarkan ke lubukmu hari ini? Ia adalah Fatimah Al-Zahrah, puteri Rasulullah, isteri Ali al-Murtadha dan bonda cucu Rasulullah, Hasan dan Husain.”
Mendadak kuburan seperti bergerak dan terdengar suara ghaib yang menyusup masuk ke hati semua yang hadir. Suara itu berbunyi:”Aku bukanlah tempat untuk membanggakan pangkat atau keturunan. Pangkat apa saja, keturunan siapa saja, aku tidk peduli sebab aku ini tempat menyimpan amal soleh. Tidak akan terbebas dari siksaanku kecuali orang yang banyak kebijaksanaanya, yang ikhlas amalnya dan yang bersih hatinya”.
Kesimpulan, tidak ada siapapun yang teristimewakan kerana nasib manusia bergantung kepada amal perbuatannya . Gerbang keampunanNya tidak pernah tertutup, tangan kasihNya selalu terbentang luas bagi hamba2Nya yang mahu bertaubat.
“Allah lah yang meninggikan langit tanpa tiang (sebagaimana) yang kamu lihat, kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arsy, dan menundukkan matahari dan bulan. Masing2 beredar hingga waktu yang ditentukan. Allah mengatur urusan (makhlukNya), menjelaskan tanda2 (kebesaranNya), supaya kamu yakini pertemuan (mu) dengan Tuhanmu”. (Ar-Ra’d: 2)
Tuesday, 27 April 2010
Nujum Pak Blalang (Edisi baru)
Alhamdulillah...setelah berpenat lelah mentelaah secara langsung berita2 dari Hulu Selangor, terjumpa aku sarikata filem lama Nujum Pa' Blalang yang di alih serikata format terbaru..izinkan aku kongsikan dengan rakan2 di sini. Beginilah ceritanya....
Soalan 1
Tukang Soal : 'Di dalam baju hamba, ada sebatang kayu yang telah dipilih, bagaimanakah kita mahu tahu yang mana Barisan Nasional (BN) dan yang mana Pakatan Rakyat (PR)..??'
Soalan 2
Tukang Soal : 'Dua ekor anak itik yang baru menetas, yang manakah BN dan yang manakah PR..??'
Posted by helmi abd hamid at 1:24 PM
http://assyathori.blogspot.com/Izinkan...Terima kasih berkongsi cerita....tak lekang dek paneh, tak lapuk dek hujan..
Subscribe to:
Posts (Atom)



Maka dijawab Tuan Syeikh tadi yang lebih kurang bermaksud..."Sebab si alim tadi berkata2 kepada umum tanpa ikhlas, dan tidak mengamalkan apa yg dikatakan dengan ilmunya. Kerana itu kata2nya tidak memberi bekas pada hati pendengarnya atau muridnya. Mereka hanya mendengar saja dan tidak mengamalkan apa yang didengar. Jadi sia2lah semua ilmu yang didengarnya itu."
Jadi kita tengoklah karang..orang yg alim2 tapi zuhudkah dia?..berkata benarkah dia?.. dan mempraktik apa yang dia cakapkan?..ikhlaskah dia ? dalam berbicara dan kehidupan sehariannya..? Jadi kena tau zuhud tu apa dia dan macam mana boleh kita katakan seorang tu zuhud...